Share

Rabu, 04 Agustus 2010

Cermin "Ajaib"

Bolak-balik ke kamar pas untuk mendapat pakaian yang cocok mungkin tidak lama lagi akan jadi sejarah. Di masa depan, kamar pas akan diganti oleh cermin virtual buatan peneliti dari Institut Telekomunikasi Fraunhofer, Heinrich-Hertz-Institut (HHI) Jerman

Saat memamerkan di Berlin, Jerman, baru-baru ini para peneliti mengungkapkan, lewat alat mirip cermin ini para konsumen bisa melihat dirinya mengenakan berbagai pakaian tanpa perlu berganti baju. Jadi, mencoba-coba pakaian baru dapat dilakukan secara virtual langsung di depan gerai bahkan mungkin di mana saja.


Alat tersebut akan menjawab kegusaran kaum pria yang selama ini dianggap malas berbelanja busana karena harus keluar-masuk kamar pas. Akibatnya, mereka lebih senang mengenakan model baju yang sudah biasa dipakai. Para pelanggan cukup memilih baju dan cermin virtual akan menampilkan pelanggan tersebut sedang memakai baju yang dipilih.

“Cukup sulit untuk menciptakan gambar realistik dengan kaos oblong, kemeja, dan sweater di cermin virtual. Jenis-jenis pakaian ini tampilannya bisa terganggu, tergantung gerakan pemakainya,” kata Anna Hilsmann dari HHI sebagaimana dilaporkan kantor berita DPA. Penyebab hal tersebut adalah karena tekstil punya berbagai kualitas elastis dan strukturnya tidak selalu seragam.

Dalam demontsrasinya, para pengunjung pameran itu dapat merasakan langsung kemudahan menjajal pakaian secara virtual dengan memilih simbol berbagai jenis pakaian. Masing-maaing kemudian tinggal berdiri di depan cermin ajaib yang di atasnya terpasang kamera. Kamera mencatat bentuk, gerakan, dan jatuhan garmen ke tubuh pengunjung.

Data tersebut kemudian dikirimke komputer yang akan melakukan teknik morph. Jika pengunjung berputar balik di depan cermin, gambar pakaian yang menyelimuti tubuhnya pun ikut berputar sehingga terlihat bagian belakangnya. Bayangan dan efek cahaya juga persis sama dengan aslinya. Nantinya, cermin ajaib ini juga dapat digunakan untuk para pelanggan yang ingin mencoba-coba kacamata atau perhiasan.

0 komentar:

Posting Komentar