Share

Jumat, 04 Maret 2016

Infinix Zero 3

Ni yang banyak ditunggu pecinta smartphone infinix, dengan spesifikasi tangguh dengan harga terjangkau, Infinix Zero 3 tampil dengan percaya diri sebagai smartphone yang perlu diperhitungkan.

Secara resmi, smartphone yang satu ini sudah rilis lebih dulu di luar Indonesia pada akhir tahun 2015 kemarin. Namun untuk di Tanah Air, Infinix meresmikan model Zero 3 (X552) pada tanggal 29 Februari 2016.

Infinix Zero 3 yang disebut sebagai #HERO3NITY oleh pihak Infinix ini merupakan salah satu seri smartphone yang mengunggulkan teknologi kameranya, di mana kamera utama memiliki resolusi tinggi serta menggunakan sensor milik Sony. Seperti apakah hasil performa dan foto setelah kami menguji smartphone ini?

Desain dan Spesifikasi
Dengan layar utama berukuran 5.5 inch dan beresolusi 1080 x 1920 pixel, Infinix Zero 3 memiliki bentuk yang ramping dengan desain lebih “kotak”, namun tidak runcing pada bagian keempat ujung smartphonenya. Pada bagian bodi belakang smartphone terdapat teksture ultra fine crystal yang membuatnya terlihat semakin lux karenanya.

Layar utamanya yang memiliki kualitas 400ppi 1080p display tersebut juga memiliki IPS 178 derajat dengan view angle yang lebar, serta dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 3 untuk membuatnya lebih tahan terhadap debu dan goresan. Selain itu, layar juga memiliki high light transmittance untuk hasil video maupun gaming yang lebih jernih dilihat.

Dapur pacu dari Infinix Zero 3 ini sendiri menggunakan prosesor octa-core MediaTek Helio X10 64-bit 2.1GHz dengan PowerVR G6200 700MHz sebagai GPU-nya, RAM 3GB dan internal storage dengan pilihan antara sebesar 16GB atau 32GB, yang bisa ditambahkan hingga 128GB dengan menggunakan microSD tambahan.

Kamera utama dari Infinix Zero 3 ini yang paling diunggulkan untuk seri ini, dengan menggunakan sensor kamera Sony IMX230 CMOS dan resolusi 20.7 megapixel berkombinasi dengan lensa 6P Lagan untuk membuat hasil jepretan masih tajam dan jernih walau ketika di-crop atau diperbesar sekalipun. Kamera utama juga didukung dengan Dual-Color LED Flash untuk memberikan warna lebih dingin atau hangat dengan kalibrasi otomatis untuk pencahayaan 6000K hingga 2300K, sehingga pengguna bisa mendapatkan hasil foto dengan nuansa natural dalam berbagai jenis pencahayaan dan lingkungan.

Kamera utamanya juga memiliki dukungan 192 PDAF yang membuat pengguna hanya butuh waktu 0.1 detik untuk mengambil gambar secara auto dalam kondisi pencahayaan apapun. Terdapat pilihan mode Pro ketika menggunakan kamera utamanya yang memampukan pengguna untuk bisa mengambil foto dengan pengaturan ISO dan White Balance secara manual, dukungan HDR serta beragam Filter yang bisa digunakan.

Sementara untuk kamera depannya, Infinix Zero 3 menggunakan sensor BSI dengan kapabilitas 1.4um large-pixel untuk peningkatan 30 persen asupan cahaya ketika mengambil gambar. Secara otomatis, kamera mampu mengatur pencahayaan untuk memberikan suasana foto yang tepat, didukung dengan Flash serta Beautification.

Dari segi audio, Infinix Zero 3 menggunakan teknologi HiFi (Hi-Fidelity) yang diklaim sekelas iPhone 6 dengan kualitas bass tanpa mengurangi kualitas asli dari audio yang diputar. Selain itu, Infinix Zero 3 juga memiliki sensitivitas frekuensi tinggi dan AAC 1206 untuk mengurangi noise ketika tengah menerima panggilan telepon dalam jarak berapapun jauhnya.

Untuk mendukung berbagai aktivitas yang dilakukan menggunakan Infinix Zero 3, smartphone ini memiliki kapasitas baterai 3030mAh dengan Ultra Energy Density hingga 643WH/L. Untuk bisa menghemat daya baterai lebih jauh lagi, Infinix Zero 3 juga dilengkapi mode power management yang bisa dipilih mulai dari High Performance Mode hingga Ultra Power Saving.

"Inifinix Zero 3 terpaksa kami matikan dulu 4G-nya karena TKDN belum rampung. Tapi setelah selesai prosesnya kami akan kirim pembaruan software sehingga 4G bisa aktif," terang Country Marketing Manager Infinix Indonesia, Anis Thoha Manshur.

READ MORE - Infinix Zero 3

Jumat, 26 Februari 2016

Sejarah Keyboard QWERTY

Saat mengetik disuatu keyboard, susunan huruf yang digunakan membuat bertanya kenapa susunan hurufnya tidak berdasarkan abjad ABCDE dst..
Ternyata sejarah susunan huruf pada keyboard yang dikenal saat ini yaitu

QWERTY adalah salah satu jenis tata letak tombol-tombol pada keyboard. Tata letak QWERTY ini pertama kali digunakan pada sebuah mesin tik buatan E. Remington pada tahun 1874. Dinamakan demikian karena tombol-tombol huruf Q, W, E, R, T, dan Y berada secara berurutan seperti terlihat dalam baris paling atas dari papan ketik ini (yaitu yang dipakai pada kebanyakan keyboard komputer saat ini).

Hal ini berkaitan dengan sejarah mesin ketik yang ditemukan lebih dulu oleh Christopher Latham Sholes (1868). Saat menciptakan mesin ketik prototype sebelumnya, malah sangat memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih cepat.

Terlalu cepatnya kemungkinan dalam mengetik tersebut, sampai- sampai sering timbul masalah pada saat itu. Seringkali saat tombol ditekan, batang-batang huruf (slug) yang menghentak pita itu mengalami kegagalan mekanik, yang lebih sering diakibatkan karena batang-batang itu saling mengait (jamming).

Karena bingung memikirkan solusinya pada saat itu, Christopher Latham Sholes justru mengacak-acak urutan itu demikian rupa sampai ditemukan kombinasi yang dianggap paling sulit untuk digunakan dalam mengetik. Tujuannya jelas, untuk menghindari kesalahan-kesalahan mekanik yang sering terjadi sebelumnya.

Akhirnya susunan pada mesin ketik inilah yang diturunkan pada keyboard sebagai input komputer dan pada tahun 1973 diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization).

Sebenarnya ada beberapa standar susunan keyboard yang dipakai sekarang ini. Sebut saja ASK (American Simplified Keyboard), umum disebut DVORAK yang ditemukan oleh Dr. August Dvorak sekitar tahun 1940.

Secara penelitian saat itu, susunan DVORAK memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih efisien. Tetapi mungkin karena terlambat, akhirnya DVORAK harus tunduk karena dominasi QWERTY yang sudah terjadi pada organisasi-organisasi dunia saat itu dan mereka tidak mau menanggung resiko rush apabila mengganti ke susunan keyboard DVORAK.

Satu-satunya pengakuan adalah datang dari ANSI (American National Standard Institute) yang menyetujui susunan keyboard Dvorak sebagai versi “alternatif” di sekitar Tahun 1970.

Susunan keyboard lainnya yang masih perkembangan dari susunan QWERTY adalah QWERTZ yang dipakai di negara seperti Hungaria, Jerman, Swiss, dll. AZERTY oleh negara Prancis dan Belgia, QZERTY, dll.

READ MORE - Sejarah Keyboard QWERTY

Rabu, 16 Desember 2015

Rahasia Pada Keyboard Huruf F dan J

Tahukah anda kegunaan tonjolan kecil pada huruf "F" dan "J" di keyboard komputer desktop maupun laptop anda?


Frank Edward McGurrin pada tahun 1888 menemukan metode untuk mengetik tanpa melihat papan tuts yang disebut touch typing.

Dilansir Livescience, perlu diingat sebelum komputer desktop atau laptop ditemukan, mesin ketik terlebih dahulu hadir.

Dan memiliki susunan papan ketik yang hampir sama dengan komputer desktop atau laptop masa kini.

Dengan mengingat letak semua huruf, angka, dan tanda baca di keyboard,touch typer dapat meningkatkan kecepatan mengetik dan akurasinya.

Nah, tonjolan di huruf "F" dan "J" ini membantu meningkatkan kemampuan touch typing ini.

Mengapa demikian? Hal ini tidak lain karena tonjolan ini membantu paratouch typer untuk mengidentifikasi tuts-tuts di keyboard tanpa harus melihat letaknya.

Sederhananya gini nih, pada keyboard standar di deretan bagian tengah kamu akan melihat deretan huruf ASDFGHJKL dan tanda.

Huruf "F" ini merupakan tempat untuk meletakkan telunjuk tangan kiri diikuti jari tengah di huruf "D", jari manis di huruf "S" dan jari kelingking kiri di huruf "A".

Sementara itu huruf "J" merupakan tempat untuk meletakkan telunjuk tangan kanan.

Diikuti jari tengah di huruf "K" jari manis di huruf "L" dan kelingking kanan di tanda.

Dengan begini, para touch typer dapat merasakan apakah jarinya diletakkan di tempat yang tepat ketika mengetik tanpa harus melihat keyboard.

June E Botich dari Naples, Florida mematenkan versi modifikasi dari tuts "F" dan "J" untuk membantu para pengetik pada tahun 2002.

Sejak itu, panduan taktis ini telah menjadi standar di hampir semua keyboard komputer desktop maupun laptop.

READ MORE - Rahasia Pada Keyboard Huruf F dan J